Nama : Adriel Manuel
Kelas : LI11
NIM : 1701352234
CB : interpersonal development
Jurusan : Hubungan Internasional
Kelas : LI11
NIM : 1701352234
CB : interpersonal development
Jurusan : Hubungan Internasional
Rabu, 15 April 2015 (Membuat
Lomba Menggambar)
pukul 14.00-16.00
Di hari ketiga, kami melakukan lomba menggambar bebas kepada anak-anak jalan untuk melihat kreatifitas dan bakat mereka.Karena kami ingin melihat potensi yang ada pada diri mereka dengan media menggambar.Pada hari ketiga ini antusias dari anak-anak sangat besar terlihat dari cara mereka berbicara serta raut wajah mereka serta bahkan berebutan pensil warna meskipun kami membawa seadanya dan jumlah dari anak-anak pada hari itu memenuhi di ruangan di rumah singgah tersebut.Pada hari ketiga ini kami pun semakin membaur dengan para anak-anak ini kami bercerita dan memberikan arah agar mereka mewarnai dengan baik ada yang mewarnai dengan biasa-biasa saja ada yang serius.Rata-rata gambar dari mereka bagus-bagus dan itu menunjukan nilai plus mereka bahwa kreatifitas bisa diasah tanpa memandang kalangan tertentu dan bahkan kalangan yang kurang mampu saja dapat menunjukan kreatifitas mereka.
Untuk membuat mereka lebih bersemangat kami menyediakan hadiah bagi yang juara 1 juara 2 dan juara 3 agar mereka dapat memberikan hasil yang terbaik dan nanti hasil mereka tersebut akan kami tampilkan di presentasi saat kelas.Saya senang pada hari ke 3 ini karena sudah saling terbuka namun masih ada yang malu-malu akan kehidupan mereka.Setelah kami semua selesai saya pun sempat bertanya kepada bunda maya tentang beberapa anak juara gambar ini ternyata mereka ada yang mantan pengamen dan ada yang masih mengamen.Memang ketika saya tanya secara langsung mereka menjawab "tidak ada apa-apa" dan "baik-baik saja kehidupan saya" ya namun kenyataannya hasil yang mereka tunjukan bagus karena kreativitas dapat disalurkan dari semua orang tanpa memandang status sosial mereka.
Pada hari ketiga ini saya mendapatkan makna bahwa tidak selamanya manusia itu rendah atau tidak memiliki apa-apa karena jika seorang memandang rendah seseorang maka hal tersebut menurut saya salah.Jangan hanya memandang dari luar saja tetapi setiap manusia memiliki ketrampilan dan keahlian masing-masing mereka perlu di asah bahkan kreativitas pun dimiliki semua orang.Saya pun takjub dengan sikap anak-anak ini yang penuh ceria sekali walaupun saya kadang merasa stres jika mengerjakan hal yang susah namun saya tau kebahagiaan dan senyum itu dapat kita rasakan setiap saat jika kita tidak terlalu memikirkan hal-hal yang membuat diri kita terbebani.
Pada hari ketiga dampak yang
diberikan ke mereka untuk mau saling berbagi dan bekerja sama dalam menggambar
karena ketersediaan pensil warna yang
kurang sehingga mereka harus berbagi yang pada awal dimulai masih
berebutan serta tidak mau berbagi dan pada akhirnya mereka dapat saling
tukar.Selain itu kami
memberikan motivasi juga bahwa gambar-gambar yang mereka buat bagus
karena
kreativitas tidak dapat diukur oleh status sosial mereka saja.Setiap
orang dapat menghasilkan sesuatu yang menarik asalkan mereka mau membuat
itu dengan baik dan bagus.
Jumat,
17 April 2015 (Melakukan Wawancara Dan Sharing)
pukul 15.00-17.00
Pada hari terakhir kami di Rumah
Singgah Kesuma yang bertempatkan di Jl. Rawa Selatan RT 001 RW 005 No. 27 yang pada Saat ini Rumah Singgah Kesuma dibina oleh
Bunda Maya Syafini , dan diketuai oleh Bapak Zulfikar. kami melakukan sesi wawancara dengan bunda maya syafini agar mendapatkan informasi seputar rumah singgah ini kami menanyakan akan sejarah berdirinya , bagaimana progam-progam yang dijalani,hambatan apa yang sedang di lalui dan bercerita tentang pengalaman beliau dalam membina rumah singgah ini.
Rumah Sanggah Kesuma ini berdiri sejak tahun 1999, Pendirinya, Ibu Hajah Rin Siti Syahrini tersentuh hatinya saat melihat adanya banyak lansia yang kesusahan. Pada saat itu memang sedang terjadi krisis ekonomi di Indonesia dan beliau mendirikan rumah singgah untuk para lansia, anak terlantar, yatim piatu, dll.
Rumah Sanggah Kesuma ini berdiri sejak tahun 1999, Pendirinya, Ibu Hajah Rin Siti Syahrini tersentuh hatinya saat melihat adanya banyak lansia yang kesusahan. Pada saat itu memang sedang terjadi krisis ekonomi di Indonesia dan beliau mendirikan rumah singgah untuk para lansia, anak terlantar, yatim piatu, dll.
Dalam
Organisasinya Yayasan Kesuma dibagi lagi menjadi beberapa bidang, dan setiap
bidang(sub) memiliki ketuanya masing-masing.
Yayasan Kesuma memiliki rumah singgah, taman anak sejahtera, PAUD,
PLK(Pelayanan Layanan Khusus) yang masing masing dari tempat tempat tersebut
ditempati oleh anak-anak yang sudah bekerja sebagai pemulung, pengamen,
penyemir sepatu, ada juga balita yang diajak mengemis oleh orang tuanya, dan
ada juga yang membantu orang tuanya berjualan.
Harapan
dari Pembina Rumah Singgah Kesuma yaitu Bina Nusantara sebagai Universitas yang
memang sudah menjadi partner dari Rumah Singgah ini untuk terus memberikan
motivasi dan pengajaran kepada anak-anak yang berada di Rumah Singgah ini,
motivasi dan pengajaran bisa dilakukan dengan mengirimkan mahasiswanya untuk
mengajar. Bunda Maya juga mengharapkan agar Rumah Singgah Kesuma dilibatkan
dalam program-program yang dilakukan oleh Bina Nusantara, dan Bina Nusantara
terus memperhatikan Rumah Singgah Kesuma ini terutama anak-anak yang dibina di
Rumah Singgah ini. Dan Bunda juga mengharapkan adanya program beasiswa bagi
anak-anak yang dibina di Rumah Singgah ini untuk terus melanjutkan studinya.
Rumah
Singgah ini juga sering didatangi oleh lansia yang memang hidupnya susah, dan
jika ada lansia yang datang yang bisa diberikan oleh Rumah Singgah ini hanyalah
sembako, karena hanya itulah yang mereka miliki, bantuan yang diberikan oleh
pemerintah bukanlah uang melainkan sembako saja dan pemerintah pun membatasi
pemberian sembako bagi rumah singgah ini, dari 100 lansia yang terdaftar di
Rumah Singgah hanya 32 yang mendapatkan sumbangan sembako dari pemerintah. Uang
yang didapat Rumah Singgah ini kebanyakan berasal dari donatur , memang pada
tahun-tahun sebelumnya yaitu 2005 hingga 2010 masih banyak donatur yang selalu
memberikan, namun sejak tahun 2014 ini sudah tidak ada lagi donatur yang
memberikan uang sumbangan kepada Rumah Singgah ini.
Dan
harapan Rumah Singgah Kesuma terhadap pemerintah yaitu menangani masalah yang
dihadapi oleh anak-anak yang ditelantarkan dengan sungguh-sungguh, seperti
memberikan mereka pelatihan keterampilan sehingga anak-anak ini bisa menjadi
mandiri, dan bukakanlah lapangan pekerjaan untuk mereka, dan juga jika ada
program yang akan dilaksanakan pemerintah kedepannya, tolong libatkanlah
anak-anak yang berada di Rumah Singgah ini.Bunda maya juga bercerita bahwa anak-anak disini juga banyak yang berprestasi pernah ada yang menang lomba book fair lalu juara menyanyi dan memenangkan beberapa lomba.
Hal yang saya dapat di hari terakhir ini sangat membuat saya berpikir bahwa jika masih kurangnya progam-progam pemberdayaan anak jalanan terutama dalam hal untuk penunjang keahlian mereka.Dengan dibekali keahlian yang lebih dan diberikan sertifikasi mereka pun akan mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat hidup mandiri lagi masih terdapat perbedaan pandangan terhadap anak jalanan tersebut padahal anak jalanan juga manusia dan menjadi seorang relawan di semacam rumah singgah ini tidaklah mudah karena masing-masing anggota memiliki keluarga juga yang harus dijaga dan dihidupi.Saya selalu bersyukur akan apa yang saya dapatkan setiap harinya saya merasa sangat berkehidupan layak dan cukup dan saya pun akan tetap bersemangat dalam menjalankan apapun tugas-tugas maupun kewajiban dalam kehidupan saya ini.
Pada hari terakhir dampak yang
kami rasakan sangat besar karena dari hasil wawancara dan sharing kita dengan
pengurus bahwa semakin tahun dana yang disalurkan kerumah singgah ini semakin
kurang.Serta saya merasa jadi sukarelawan itu tidak gampang karena mereka harus
membagi waktu dengan keluarga dan anak-anak binaan dirumah kesuma.Pada akhirnya
kami merasa anak jalanan harus dihargai tidak selamanya mereka itu sebagai anak
terlantar karena mereka juga manusia dan kita harus saling membantu mereka agar
dapat hidup layak.Kita sebagai manusia yang mendapatkan hidup yang layak dan berkecukupan harus selalu bersyukur juga agar tidak males-malesan dan mau berjuang untuk kedepannya.
Sekian dan terima kasih Semoga bermanfaat bagi para pembaca mohon maaf jika ada kesalahan kata








