Friday, 5 June 2015

Laporan Cb : interpersonal hari 3 dan hari 4



        Nama : Adriel Manuel
        Kelas : LI11
        NIM : 1701352234
        CB : interpersonal development
        Jurusan : Hubungan Internasional

                   Rabu, 15 April 2015 (Membuat Lomba Menggambar)
                   pukul 14.00-16.00

Di hari ketiga, kami melakukan lomba menggambar bebas kepada anak-anak jalan untuk melihat kreatifitas dan bakat mereka.Karena kami ingin melihat potensi yang ada pada diri mereka dengan media menggambar.Pada hari ketiga ini antusias dari anak-anak sangat besar terlihat dari cara mereka berbicara serta raut wajah mereka serta bahkan berebutan pensil warna meskipun kami membawa seadanya dan jumlah dari anak-anak pada hari itu memenuhi di ruangan di rumah singgah tersebut.Pada hari ketiga ini kami pun semakin membaur dengan para anak-anak ini kami bercerita dan memberikan arah agar mereka mewarnai dengan baik ada yang mewarnai dengan biasa-biasa saja ada yang serius.Rata-rata gambar dari mereka bagus-bagus dan itu menunjukan nilai plus mereka bahwa kreatifitas bisa diasah tanpa memandang kalangan tertentu dan bahkan kalangan yang kurang mampu saja dapat menunjukan kreatifitas mereka.

Untuk membuat mereka lebih bersemangat kami menyediakan hadiah bagi yang juara 1 juara 2 dan juara 3 agar mereka dapat memberikan hasil yang terbaik dan nanti hasil mereka tersebut akan kami tampilkan di presentasi saat kelas.Saya senang pada hari ke 3 ini karena sudah saling terbuka namun masih ada yang malu-malu akan kehidupan mereka.Setelah kami semua selesai saya pun sempat bertanya kepada bunda maya tentang beberapa anak juara gambar ini ternyata mereka ada yang mantan pengamen dan ada yang masih mengamen.Memang ketika saya tanya secara langsung mereka menjawab "tidak ada apa-apa" dan "baik-baik saja kehidupan saya" ya namun kenyataannya hasil yang mereka tunjukan bagus karena kreativitas dapat disalurkan dari semua orang tanpa memandang status sosial mereka.

Pada hari ketiga ini saya mendapatkan makna bahwa tidak selamanya manusia itu rendah atau tidak memiliki apa-apa karena jika seorang memandang rendah seseorang maka hal tersebut menurut saya salah.Jangan hanya memandang dari luar saja tetapi setiap manusia memiliki ketrampilan dan keahlian masing-masing mereka perlu di asah bahkan kreativitas pun dimiliki semua orang.Saya pun takjub dengan sikap anak-anak ini yang penuh ceria sekali walaupun saya kadang merasa stres jika mengerjakan hal yang susah namun saya tau kebahagiaan dan senyum itu dapat kita rasakan setiap saat jika kita tidak terlalu memikirkan hal-hal yang membuat diri kita terbebani.

Pada hari ketiga dampak yang diberikan ke mereka untuk mau saling berbagi dan bekerja sama dalam menggambar karena ketersediaan pensil warna yang  kurang sehingga mereka harus berbagi yang pada awal dimulai masih berebutan  serta tidak mau berbagi dan pada akhirnya mereka dapat saling tukar.Selain itu kami memberikan motivasi juga bahwa gambar-gambar yang mereka buat bagus karena kreativitas tidak dapat diukur oleh status sosial mereka saja.Setiap orang dapat menghasilkan sesuatu yang menarik asalkan mereka mau membuat itu dengan baik dan bagus.










            Jumat, 17 April 2015 (Melakukan Wawancara  Dan Sharing) 
            pukul 15.00-17.00 
Pada hari terakhir kami di Rumah Singgah Kesuma yang bertempatkan di Jl. Rawa Selatan RT 001 RW 005 No.  27 yang pada Saat ini Rumah Singgah Kesuma dibina oleh Bunda Maya Syafini , dan diketuai oleh Bapak Zulfikar. kami melakukan sesi wawancara dengan bunda maya syafini agar mendapatkan informasi seputar rumah singgah ini kami menanyakan akan sejarah berdirinya , bagaimana progam-progam yang dijalani,hambatan apa yang sedang di lalui dan bercerita tentang pengalaman beliau dalam membina rumah singgah ini.

      Rumah Sanggah Kesuma ini berdiri sejak tahun 1999, Pendirinya, Ibu Hajah Rin Siti Syahrini tersentuh hatinya saat melihat adanya banyak lansia yang kesusahan. Pada saat itu memang sedang terjadi krisis ekonomi di Indonesia dan beliau mendirikan rumah singgah untuk para lansia, anak terlantar, yatim piatu, dll.

Dalam Organisasinya Yayasan Kesuma dibagi lagi menjadi beberapa bidang, dan setiap bidang(sub) memiliki ketuanya masing-masing.  Yayasan Kesuma memiliki rumah singgah, taman anak sejahtera, PAUD, PLK(Pelayanan Layanan Khusus) yang masing masing dari tempat tempat tersebut ditempati oleh anak-anak yang sudah bekerja sebagai pemulung, pengamen, penyemir sepatu, ada juga balita yang diajak mengemis oleh orang tuanya, dan ada juga yang membantu orang tuanya berjualan.


Harapan dari Pembina Rumah Singgah Kesuma yaitu Bina Nusantara sebagai Universitas yang memang sudah menjadi partner dari Rumah Singgah ini untuk terus memberikan motivasi dan pengajaran kepada anak-anak yang berada di Rumah Singgah ini, motivasi dan pengajaran bisa dilakukan dengan mengirimkan mahasiswanya untuk mengajar. Bunda Maya juga mengharapkan agar Rumah Singgah Kesuma dilibatkan dalam program-program yang dilakukan oleh Bina Nusantara, dan Bina Nusantara terus memperhatikan Rumah Singgah Kesuma ini terutama anak-anak yang dibina di Rumah Singgah ini. Dan Bunda juga mengharapkan adanya program beasiswa bagi anak-anak yang dibina di Rumah Singgah ini untuk terus melanjutkan studinya.



Rumah Singgah ini juga sering didatangi oleh lansia yang memang hidupnya susah, dan jika ada lansia yang datang yang bisa diberikan oleh Rumah Singgah ini hanyalah sembako, karena hanya itulah yang mereka miliki, bantuan yang diberikan oleh pemerintah bukanlah uang melainkan sembako saja dan pemerintah pun membatasi pemberian sembako bagi rumah singgah ini, dari 100 lansia yang terdaftar di Rumah Singgah hanya 32 yang mendapatkan sumbangan sembako dari pemerintah. Uang yang didapat Rumah Singgah ini kebanyakan berasal dari donatur , memang pada tahun-tahun sebelumnya yaitu 2005 hingga 2010 masih banyak donatur yang selalu memberikan, namun sejak tahun 2014 ini sudah tidak ada lagi donatur yang memberikan uang sumbangan kepada Rumah Singgah ini.



Dan harapan Rumah Singgah Kesuma terhadap pemerintah yaitu menangani masalah yang dihadapi oleh anak-anak yang ditelantarkan dengan sungguh-sungguh, seperti memberikan mereka pelatihan keterampilan sehingga anak-anak ini bisa menjadi mandiri, dan bukakanlah lapangan pekerjaan untuk mereka, dan juga jika ada program yang akan dilaksanakan pemerintah kedepannya, tolong libatkanlah anak-anak yang berada di Rumah Singgah ini.Bunda maya juga bercerita bahwa anak-anak disini juga banyak yang berprestasi pernah ada yang menang lomba book fair lalu juara menyanyi dan memenangkan beberapa lomba.

 Hal yang saya dapat di hari terakhir ini sangat membuat saya berpikir bahwa jika masih kurangnya progam-progam pemberdayaan anak jalanan terutama dalam hal untuk penunjang keahlian mereka.Dengan dibekali keahlian yang lebih dan diberikan sertifikasi mereka pun akan mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat hidup mandiri lagi masih terdapat perbedaan pandangan terhadap anak jalanan tersebut padahal anak jalanan juga manusia dan menjadi seorang relawan di semacam rumah singgah ini tidaklah mudah karena masing-masing anggota memiliki keluarga juga yang harus dijaga dan dihidupi.Saya selalu bersyukur akan apa yang saya dapatkan setiap harinya saya merasa sangat berkehidupan layak dan cukup dan saya pun akan tetap bersemangat dalam menjalankan apapun tugas-tugas maupun kewajiban dalam kehidupan saya ini.



Pada hari terakhir dampak yang kami rasakan sangat besar karena dari hasil wawancara dan sharing kita dengan pengurus bahwa semakin tahun dana yang disalurkan kerumah singgah ini semakin kurang.Serta saya merasa jadi sukarelawan itu tidak gampang karena mereka harus membagi waktu dengan keluarga dan anak-anak binaan dirumah kesuma.Pada akhirnya kami merasa anak jalanan harus dihargai tidak selamanya mereka itu sebagai anak terlantar karena mereka juga manusia dan kita harus saling membantu mereka agar dapat hidup layak.Kita sebagai manusia yang mendapatkan hidup yang layak dan berkecukupan harus selalu bersyukur juga agar tidak males-malesan dan mau berjuang untuk kedepannya.

Sekian dan terima kasih Semoga bermanfaat bagi para pembaca mohon maaf jika ada kesalahan kata


laporan cb : interpersonal , hari 1 dan 2

        Nama : Adriel Manuel
        Kelas : LI11
        NIM : 1701352234
        CB : interpersonal developmentb
        Jurusan : Hubungan Internasional



Rabu, 8 April 2015 (Melakukan Observasi dan sharing)

Di hari pertama ,pukul 14.00-16.00

 
kami melakukan pengamatan di rumah Singgah kesuma  

yang bertempatkan di Jl. Rawa Selatan RT 001 RW 005 No.27 . Saat ini Rumah Singgah Kseuma dibina oleh Bunda Maya Syafini , dan diketuai oleh Bapak Zulfikar kami bertemu dengan sang pemilik maupun beberapa anak kecil di rumah singgah.Pada hasil pengamatan ini kami menanyakan tentang terbentuknya rumah singgah ini maupun bertukar cerita tentang diri dan berkenalan dengan pembina rumah singgah kesuma ini.Pada hari pertama kami hanya bertukar cerita kepada anak-anak disana.Namun dari hasil cerita dengan anak-anak sendiri dan pengamatan kami di lapangan masih belum terlalu menonjol jati diri mereka masing-masing ataupun sifat mereka karena masih perkenalan tahap awal.Selanjutnya kami harus membuat mengatur jadwal untuk kunjungan dengan pembina rumah singgah kesuma agar dapat terjadwal.Dalam pengamatan awal sendiri kami disambut baik dan ramah dengan anak-anak disana namun masih belum mendapatkan hal-hal yang pokok dari rumah singgah tersebut.Sharing yang kami berikan hanya seputar kehidupan kami selama perkuliahan maupun pas saat sekolah di sd,smp maupun sma karena berbagi pengalaman sangat penting.

















            



Pada hari pertama dampak yang dihasilkan lebih kepada ke kelompok kita melihat  bahwa rata-rata anak jalanan mau untuk berkumpul kami pun juga kaget rumah mereka jauh-jauh dan bertemu dengan kita dan keramah tamahan dari para sukarelawan yang mau bekerja dengan giat.Pada hari pertama dampak yang kami berikan ke anak jalanan membantu mereka terutama anak kelas smp yang ingin melanjutkan ke smk bagian informatika,akutansi dan perhotelan sehingga dampak ke mereka jadi lebih paham dan memilih sesuai keinginan mereka tanpa ada penyesalan nanti.


Jumat, 10 April 2015 (Melakukan Pengajaran)        
pukul 15.00-17.00




Di hari kedua, kami melakukan pengajaran kepada anak-anak yang berada di
rumah singgah kesuma,Pada pengajaran kami mengajarkan bahasa indonesia,bahasa inggris yang sesuai dengan keinginan mereka.Suasana belajar cukup baik dan kondusif kami juga mengajarkan dengan penuh antusias.Disaat kami mengajar kami pun sempat mengobrol dan bertanya-tanya soal kehidupan sosial mereka banyak dari mereka yang masih bingung ingin menempuh tingkatan smk,sma dan stm ada yang ingin masuk smk bagian akuntansi ada juga yang ingin masuk stm kami pun memberikan arahan singkat kepada mereka agar memilih sesuai yang mereka sukai.Disaat kami belajar ada yang bertanya mengenai hasil psikotest smp dan saya cukup terkejut karena dia memiliki IQ sebesar 117 cukup tinggi menurut kami.disela-sela belajar pula kami selalu bercanda agar suasana tidak terlalu serius karena rata-rata anak sd di rumah singgah ini kurang memperhatikan jadi harus dibawa fun dalam mengajarnya karena waktu sudah sore juga supaya para anak-anak ini dapat memperhatikan dengan jelas.

pada hari kedua ini saya banyak menemukan pengalaman dalam diri saya bahwa Mereka berasal dari tempat yang berbeda- beda dan cukup  jauh dari rumah singgah tetapi mereka mempunyai keinganan yang lebih untuk   belajar, disini kami bersyukur karena kami masih bisa sekolah hingga kuliah saat   ini, mungkin kami terkadang bermalas-malasan dalam belajar maupun  mengerjakan tugas, tetapi anak-anak jalanan ditelah menyadarkan kami untuk tetap semangat dalam belajar. Sebagian besar daya tangkap anak jalanan sangat kurang untuk merespon materi yang kami ajarkan, mungkin dari faktor makanan  dan lingkungan jalanan yang sangat keras, yang menuntun mereka untuk mencari uang, mereka telah mengorbankan masa anak-anak yang indah. Tetapi mereka   tetap tersenyum dan menjalani kehidupannya dengan ceria karena dari pantauan saya dalam pengajaran di hari kedua penuh dengan senyum tanpa ada beban dan penuh antusias meskipun pelajaran yang dikasih tidak begitu sulit.


Dampak dalam pengajaran bing dan bindo karena kelas 6 sedang mau ujian nasional dan kita membantu mengajarkan bahasa indonesia dan bahasa inggris kepada anak smp karena ada 1 anak yang tidak suka belajar bahasa inggris dan kita mendorong dia untuk mau belajar dan mau berbicara bahasa inggris dan responnya baik.Selain itu ada anak yang minder namun dia bertanya soal hasil psikotest dia dan ternyata dia mendapatkan IQ atau kecerdasan umum 117 karena mereka anak jalanan namun memiliki kepintaran yang baik dan saya pun memberikan dia semangat agar percaya diri dengan kepintaran saya.Pada pengajaran hari kedua kami melihat bahwa daya tangkap mereka cukup kurang oleh sebab itu kami mengajarkan dengan penuh ceria dan menarik respon mereka bagus dengan tidak terlalu monoton